Dampak marahi anak depan umum

Mom, Marahi Anak Di Depan Umum Bisa Berakibat Fatal, Lho!

Coba hitung, berapa kali Anda memarahi si kecil di depan orang lain? Orang tua memang kadang tak bisa menahan diri untuk tidak mengomeli anaknya saat berbuat nakal di tempat umum.

Bahkan sebagian besar orang tua berpikir bahwa memarahi anak bisa membuatnya kapok dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi. Tapi di sisi lain, ternyata ada banyak efek negatif yang bisa terjadi pada buah hati jika ia sering dimarahi di depan umum.

Saat ini Anda mungkin belum melihat dampaknya secara langsung, namun lambat laun hal tersebut akan mempengaruhi sisi psikologisnya. Untuk Anda yang sampai saat ini masih sering memarahi anak di depan umum, coba lihat beberapa efek buruknya berikut ini:

1. Menghilangkan rasa percaya diri anak

Anda mungkin beranggapan memarahi anak di depan umum jadi salah satu cara untuk mengajarkannya kedisiplinan. Tapi coba pikir kembali, bagaimana rasanya jika Anda sendiri ditegur atau dimarahi di depan umum? Sebagai orang dewasa, jelas Anda akan merasa malu dan jadi tidak percaya diri saat berhadapan dengan orang lain.

Hal yang sama juga bisa dirasakan oleh buah hati tersayang. Ia akan merasa rendah di hadapan orang lain terlebih lagi kalau Anda mengungkapkan sederet kenakalannya di depan umum. Bukannya jadi disiplin, bisa-bisa si kecil malah akan malu dan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungannya karena merasa minder.

2. Timbul perasaan dendam

Anak bisa jadi merasa sangat kesal ketika ia dimarahi di depan umum, namun tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata sehingga hanya bisa menangis. Tapi di lain waktu, bisa jadi anak akan balas dendam, lho. Misalnya saja kalau Anda memarahinya karena ia tak sengaja menumpahkan minum saat makan di restoran, bisa-bisa si kecil membalas “Ibu kan juga pernah mecahin piring waktu di rumah!”.

Kalau hanya membicarakan hal yang umum saja, mungkin tak akan jadi masalah. Tapi bagaimana kalau si kecil tak sengaja membocorkan kebiasaan buruk Anda di depan umum saat ia sedang merasa kesal?

3. Tak mau lagi diajak bepergian

Anda mungkin merasa hal ini menguntungkan karena si kecil tak lagi terus membuntuti ke manapun Anda pergi. Tapi di beberapa momen penting misalnya saat ada acara di kantor sang ayah, bagaimana kalau sampai buah hati benar-benar tak mau diajak pergi? Bisa saja ia merasa kapok bepergian dengan Anda karena tahu kalau akan dimarahi.

Nah, hal ini tentu bisa mengurangi keharmonisan keluarga dan juga membuat anak jadi merasa berjarak dengan orang tuanya sendiri.

4. Berubah menjadi pribadi yang tertutup

Apa yang akan Anda lakukan kalau tiba-tiba rahasia pribadi diketahui orang lain? Ingin menghilang? Hmm, ini juga bisa dirasakan si kecil, lho! Saat Anda mengomel di depan umum dan membongkar kebiasaan-kebiasaan buruknya saat di rumah, bisa jadi anak merasa tertekan dan akhirnya tidak berani untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ia pun bisa berubah menjadi pribadi yang tertutup dan sulit didekati orang lain, termasuk Anda sendiri.

Kalau memang kenakalan si kecil sudah keterlaluan, Anda bisa mengingatkannya dengan intonasi tegas tanpa perlu marah berlebihan di depan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *