Ajarkan Sopan Santun Pada

Cara Seru Ajarkan Sopan Santun Pada Putra-Putri Tersayang

Pernah melihat seorang anak yang menolak diajak salaman? Atau menyaksikan seorang anak melepeh makanannya di depan banyak orang? Sebagian orang tua menganggap hal ini wajar karena mereka masih kecil.

Tapi tahukah Anda, sopan santun yang tidak diajarkan dan dibiasakan sejak kecil akan menjadi hal yang sulit dilakukan ketika anak sudah beranjak dewasa. Tidak ada alasan untuk memaklumi tindakan anak yang tidak sopan, sebab etika bisa diajarkan dengan cara yang tepat.

Mengajarkan etika pada anak memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi sekali ia sudah memahaminya, hal tersebut tidak akan dilupaknnya seumur hidup. Ia pun akan tumbuh jadi pribadi yang sopan dan bisa menghargai orang lain. Nah, gunakan beberapa cara berikut ini untuk mengajarkan sopan santun pada anak:

1. Jadi role model yang asyik

Anak paling suka meniru orang tuanya. Hal ini bisa mempermudah Anda dalam mengajarkan sopan santun kepada si kecil. Jadilah role model yang asyik untuknya, bukan dengan cara menggurui tapi mengajaknya untuk mempraktekkan bersama-sama. Saat berkunjung ke rumah kakek nenek misalnya, tunjukkan kalah Anda menghormati orang tua dengan cara cium tangan.

Lalu saat di meja makan, persilakan kakek nenek mengambil makanan dahulu, baru yang lebih muda. Kemudian ketika berbicara, gunakan bahasa yang sopan dan lembut kepada kakek nenek. Katakan pada buah hati, merupakan suatu hal yang keren kalau kita bisa bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua.

2. Bacakan cerita yang berhubungan dengan etika

Anak-anak seringkali mempertanyakan, kenapa harus berjabat tangan ketika bertemu orang, kenapa begini, kenapa begitu. Banyak orang tua yang menganggap anak terlalu cerewet dan nakal karena terus mempertanyakan hal tersebut. Padahal hal itu sangat wajar karena anak selalu ingin tahu sebab dari suatu hal yang dilakukannya. Banyak lho, cerita-cerita yang ada hubungannya dengan etika, terutama yang berbahasa Inggris.

Misalnya saja, kisah tentang mengapa orang harus berjabat tangan saat bertemu, hal itu disebabkan di zaman perang, mereka ingin mengetahui apakah orang yang ditemuinya membawa senjata atau tidak. Itulah sebabnya mereka saling berjabat tangan. Cerita yang menarik seperti ini akan selalu diingat oleh si kecil tersayang.

3. Gunakan lagu untuk mengingatkan sopan santun

Anak Anda suka mendengarkan lagu? Musik yang ceria dan lirik yang ringan bsia jadi lebih muda dicerna otak anak-anak. Maka dari itu, tak ada salahnya lho, Anda mencari lagu anak-anak yang sekaligus bisa mengajarkannya sopan santung. Meski di YouTube sebagian besar lagu semacam itu menggunakan bahasa Inggris, Anda bisa kok memodifikasinya dengan bahasa Indonesia.

Misalnya saja, gunakan nada lagu Are You Sleeping Brother John, kemudian ganti dengan lirik: Kunyah pelan, kunyah pelah, perlahan, perlahan. Pakai tangan kanan, pakai tangan kanan, saat makan, saat makan. Bagaimana easy listening dan mudah diingat, kan?

Anda tentu bangga jika si kecil memiliki sopan santun yang baik kepada orang di sekitarnya. Yang lebih penting lagi, etika akan menjadi bekal terpentingnya saat ia dewasa nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *