kata-kata positif yang bisa memberikan dampak baik untuk buah hati

5 Kata Ini Sederhana, Tapi Punya Makna Mendalam Saat Diucapkan Pada Anak

Saat sedang lelah atau marah, Anda mungkin mengucapkan kata-kata yang kurang pantas kepada anak. Mungkin terlihat sepele dan Anda mengangap anak tak akan terlalu memikirkannya, tapi sebenarnya kata-kata yang diucapkan orang tua memiliki pengaruh sangat besar terhadap anaknya. Maka dari itu, sebisa mungkin gunakan kata-kata positif yang bisa memberikan dampak baik untuk buah hati seperti berikut ini:

1. Terimakasih, nak!

Meski hanya sekedar mengambilkan Anda segelas air minum atau bahkan mencium Anda di kening, ucapkanlah terimakasih pada anak. Meski sederhana, kata-kata satu ini akan membuat anak merasa dihargai usahanya. Ia pun akan tumbuh jadi anak mudah berterimakasih kepada orang lain dan mudah untuk dimintai tolong. Biasakan pula pasangan dan kerabat terdekat untuk selalu mengucapkan terimakasi setiap kali anak melakukan sesuatu.

2. Ayo, ceritakan lagi!

Saat Anda pulang bekerja, anak mungkin sudah menunggu dengan manis untuk menghabiskan waktu bersama. Tapi bukannya bermain, ia malah asyik menceritakan kegiatannya atau apapun yang menarik untuknya. Karena masih belum bisa merangkai kata dengan baik, banyak orang tua yang akhirnya tidak menanggapi ocehan anak.

Padahal kalau saja Anda lebih memperhatikan dan menunjukkan antusiasme pada cerita buah hati, ia akan lebih termotivasi untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif sekaligus bisa memperkaya kemampuan berbahasanya lewat cerita.

3. Tidak apa-apa

Apa yang Anda ucapkan saat anak tak sengaja memecahkan piring? Mungkin Anda akan mengatakannya nakal, ceroboh, atau hal negatif lainnya. Jarang sekali orang tua yang mendekati anaknya dan berkata’tidak apa-apa’.

Padahal kata-kata sederhana ini memiliki makna yang sangat besar dan akan membuat anak merasa lebih aman. Hanya saja, Anda tetap perlu menjelaskan kalau tindakannya salah, misalnya dengan berkata, “Tidak apa-apa nak, tanganmu licin, ya? Tapi lain kali lebih hati-hati lagi kalau membawa piring, ya!”

4. Bagaimana menurut kamu?

Anak seringkali dianggap belum tahu apa-apa, sehingga orang tua jarang meminta pendapatnya. Padahal melibatkan anak dalam pengambilan keputusan bisa meningkatkan rasa percaya dirinya sekaligus mengajarkannya untuk bisa lebih menghargai pendapat orang lain.

Jadi misalnya Anda dan pasangan sedang memutuskan untuk mengubah interior rumah, tanyakan pada anak bagiamana pendapatnya dengan pilihan cat yang baru, misalnya saja “Bagaimana menurut kakak kalau ruang tamu kita dicat biru muda saja?”. Di luar perkiraan, bisa jadi anak memberikan ide yang tak pernah Anda pikirkan, lho.

5. Iya, boleh

Apakah Anda termasuk orang tua yang suka sekali melarang anak? Dalam beberapa hal, anak memang sering meminta sesuatu yang tidak masuk akal. Tapi sebenarnya ada tanggapan yang lebih positif selain berkata ‘tidak boleh’. Misalnya saja, saat anak memohon untuk menginap di rumah temannya saat akhir pekan, katakan “Iya, boleh. Asal akhir pekan depan gantian kakak menginap di rumah kakek nenek, ya!”.

Hal ini akan memberikan kebebasan pada anak tapi sekaligus membuatnya untuk bertanggung jawab terhadap hal lain. Kalau memang keinginan anak tidak terlalu serius, bisa jadi ia malah menarik kembali keinginannya.

Mulai saat ini, cobalah untuk memperbanyak kata-kata positif tersebut kepada anak. Dampaknya mungkin belum terlihat sekarang, namun lambat laun Anda akan menyadari kalau anak tumbuh menjadi sosok yang positif dan penuh dengan kepekaan. Jangan lupa bagikan informasi tersebut kepada pasangan dan juga keluarga tersayang yang sering berkomunikasi dengan anak, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *